• Today is: Sunday, 20 May 2018

Walau Pacaran Dengan Komentator, Sarah D’Academy 3 Tetap Tersenggol

0
detty posted this 17 March 2016 on 17-03-2016 12:55

Sarah D’Academy 3 Tetap Tersenggol

Picture: youtube.com

Ada banyak kisah yang terjadi selama kompetisi pencarian bakat penyanyi dangdut, D’Academy 3 yang tayang di Indosiar setiap hari. Ternyata, banyak para pendukung acara seperti kontestan, komentator, juri serta host yang terlibat jalinan asmara.

Agaknya, kata-kata orang tua bila cinta itu datang karena kebiasaan adalah hal yang benar. Pasalnya, setiap hari syuting dan bertemu dengan wajah yang sama membuat banyak pendukung acara D’Academy jadi kasmaran.

Yang paling populer, mungkin berita jalinan asmara antara Rina Nose dan Fatkhur Rozi yang dalam hitungan bulan akan segera melangsungkan pernikahan di tanah suci, Mekah.

Selain itu, ada komentator, Nasar yang jatuh cinta dengan Sarah, kontestan cantik dari Tasikmalaya. Sayangnya, meski beberapa penampilan sebelumnya Sarah mendapat apresiasi yang bagus dari para juri hingga mendapatkan ‘standing applause’ atau tepuk tangan sambil berdiri, semuanya sudah berakhir pada Selasa, 15/3/2016 malam.

Sarah terpaksa harus tersenggol karena hasil vote atau pemilihan suara dari para juri. Ibarat sudah merasakan firasat sebelumnya, sang mama menyatakan jika Sarah memang sempat menelepon karena rindu ingin pulang.

Dibandingkan dengan 2 kontestan lain seperti Linda Ponorogo dan Irsya Bandung, Sarah Tasikmalaya sebenarnya tidak kalah. Namun, dari segi mental, Sarah kalah jauh. Hal ini dilihat pula dari usia Sarah yang masih belia dan kalah jam terbang ketimbang kedua kontestan pesaingnya.

Pada malam ia tersenggol, wanita cantik yang memiliki butik pakaian tersebut menyanyikan lagu ke-1 ‘Mandi Madu’. Penampilan Sarah mendapat komentar yang tidak terlalu bagus. Namun, di lagu ke-2, seolah ia membalas penampilannya dengan tembang ‘Cinta Terisolasi’ karena mendapat pujian ‘keren’ dari Bunda Rita.

Tidak mau kalah dari kontestan lain, Linda Ponorogo menampilkan bakat menyanyi terbaik dengan tembang pertama ‘Cinta Bercabang’. Bunda Hetty sampai kesengsem dengan nada tingginya dan Bunda Rita sudah tidak sabar ingin melihat tembang kedunya, ‘Padang Bulan’. Di lagu yang kedua ini, Linda Ponorogo membawakan lagu yang berbahasa daerah, sehingga juri asal Brunei Darussalam, Fatlur Rozi merasa sedikit kesulitan. Untungnya, Linda dapat membawakan dengan penuh penjiwaan dan menjadi suatu hiburan tersendiri bagi Fatlur Rozi.

Menjadi penampilan penutup bukan berarti kompetisi sudah redup. Penampilan Irsya dari Bandung yang menyanyikan tembang, ‘Tidak semua laki-laki’ begitu memukau. Aransemen musik mengkombinasikan 3 genre musik sekaligus, Jazz, R&B, dan dangdut. Tak ayal, ia mendapat banyak pujian dari para juri dan komentator.

Bunda Rita dan Bunda Inul sangat senang, Irsya memiliki daya nalar yang tinggi dalam bernyanyi dengan menggabungkan 3 jenis musik. Ditambah, penampilan Irsya pada lagu ke-2, ‘Tak Tega’. Lelaki berperawakan sedang dan berwajah hitam manis itu menutup kompetisi dangdut malam itu dengan sangat apik.

Last edited 23 March 2016


loading...

0 Comments