• Today is: Thursday, 15 November 2018

Sukses Besar, Penulis Naskah Deadpool Ogah Siapkan Sekuel 2

0
sukmadewi posted this 10 March 2016 on 10-03-2016 06:37

enter image description here

Tidak ada yang dapat meragukan kesuksesan film terbaru 2016 berjudul "Deadpool". Anda pun mungkin sudah sempat menontonnya dan terkesan dibuatnya. Nah, di ranah Hollywood, para pengamat film melihat kesuksesan "Deadpool" sebagai sebuah kejutan, karena film dengan tema superhero jarang sekali mencapai angka box office fantastis. Namun, sang penulis naskah "Deadpool", Rhett Reese sesumbar bahwa kini para kritikus film Hollywood harus mengubah cara mereka memandang mutu sebuah film.

"Sebelumnya, penulis naskah film dengan tema superhero selalu ragu untuk menempuh resiko besar dalam menyodorkan naskah mereka kepada produser ternama, karena sang produser sudah bersikap apatis dengan yang namanya film adaptasi dari karakter komik," papar Reese seperti yang disadur dari CinemaBlend. "Kesuksesan "Deadpool" membuat banyak studio film, produser, sutradara, dan penulis naskah ternama untuk tak ragu lagi dalam menciptakan film dengan tema serupa."

Deadpool masih menghiasi beberapa bioskop di Indonesia, tetapi di Hollywood, berita santer tentang dibuatnya sekuel kedua Deadpool sudah tersebar luas. Maklum saja, dengan budget yang 'tak besar' untuk sebuah film superhero, Deadpool bisa menembus angka $254 juta dalam waktu dua minggu. Akhir pekan ini, bisa saja angka tersebut bertambah, sehingga dapat menyaingi The Hangover ($277juta) dan mungkin The Matrix Reloaded ($281 juta).

Angka ini hanya tercatat di bioskop Amerika Serikat saja, belum termasuk di benua Eropa dan Asia. Termasuk Indonesia, tentunya, dimana Deadpool selalu dibanjiri penonton selama dua pekan terakhir. Data tersebut dihimpun oleh media kenamaan AS, Forbes.

Namun rupanya, duo penulis naskah "Deadpool", Rhett Reese dan Paul Wernick bukan tipe penulis naskah aji mumpung. Meski mereka sudah diminta banyak produser untuk segera membuat sekuel kedua, mereka sepakat pada pendapat bahwa sekuel bukanlah cara untuk mencapai sukses kedua juga. Iming-iming bayaran besar, dengan budget yang jauh lebih mahal sudah ditawarkan beberapa produser, tidak membuat mereka tertarik untuk segera membuat sekuel kedua dari "Deadpool".

"Meniru ide dari sebuah film bukanlah cara untuk mencapai kesuksesasn. Karena itulah, Deadpool bisa sukses. Deadpool tidak mencontoh ide dari manapun, dan kami hanya mengandalkan ide orisinil dari komik, itu saja. Soal sukses Deadpool? Tentu pemirsa yang bisa menilainya," lanjut Reese dengan yakin.

Kesuksesan Deadpool juga diamini oleh sutradara film beken lainnya, "Guardians of the Galaxy", James Gunn. Ia memuji habis kesuksesan Deadpool yang tak terduga, dan mengingatkan para kritikus film Hollywood yang kerap menganggap bahwa film bertema superhero tak bakal tembus angka box office tinggi.

Rupanya, pencapaian angka box office "Deadpool" ini belum dapat disaingi oleh "Gods of Egypt". Sebelumnya, para kritikus film Hollywood menganggap bahwa film superhero sekelas Deadpool tidak akan mampu menyaingi perolehan hasil penjualan tiket dari film GOE yang tampak seperti film yang mengadaptasi game 'Swords and Sandals" ini. Padahal GOE menghabiskan dana kurang lebih $140 juta. Yang lebih menyedihkan, ternyata dana sebesar itu tidak menampilkan film dengan efek visual yang seharusnya sepadan dengan dana yang sudah dihabiskan.

Kritik pun membanjiri akun jejaring sosial dari sutradara ternamanya, Alex Proyas. Hampir semua pecinta film menyayangkan mengapa sutradara segaek Proyas sampai menampilkan film yang tak ada unsur istimewanya sama sekali, mulai dari konsep, akting para pemerannya, latar belakang film dan plot.

Bahkan, pembuka dari film ini pun terlihat sangat naif dan lugu dengan menunjukkan bahwa cerita ini berlatar belakang Mesir kuno dalam versi fantasi, dimana para dewa hidup bersama dengan manusia dan berkuasa atas mereka. Para dewa digambarkan lebih tinggi dari manusia biasa dan dapat bertransformasi menjadi hewan buas dengan efek komputerisasi.

Last edited 11 March 2016


loading...

0 Comments