• Today is: Sunday, 24 September 2017

Sinopsis Uttaran Episode 162 - Senin, 29 Februari 2016

0
budipranoto posted this 01 March 2016 on 01-03-2016 11:36 Edited By: Budi Pranoto

Sinopsis Uttaran Episode 162 (Senin, 29 Februari 2016)

"Ichcha Berhasil Selamatkan Veer dari Rencana Jahat Satya dan Sachi?"

Saachi berkata kepada Satya bahwa ia kehilangan surat konfirmasi hotel tempat Veer menginap. Satya minta Saachi mencari dengan teliti. Tak lama. Tapasya masuk. Ia pura-pura cari televisi di kamar Saachi. Dan ia juga pura-pura lupa kalau Saachi buta jadi kamarnya tak perlu televisi.

Tapasya langsung beraksi. Ia ingatkan Satya untuk tidak biarkan pintu lemari setengah terbuka karena menurut 'feng shui' nya India, hal ini tak patut dan dianggap membawa petaka keluarga. Tapasya menutup pintu lemari itu sembari memasukkan surat konfirmasi pemesanan hotel yang selama ini dicari Saachi. Saat Tapasya sudah keluar, Satya mengomel karena Saachi ceroboh. Akhirnya, Satya menemukan surat itu dan mereka lega.

Di ruangan lain, Ichcha menanyakan soal hotel tempat Veer akan menginap besok malam dengan alasan ada seorang manajer hotel yang menelepon Ichcha, untuk konfirmasi. Ichcha pura-pura lupa nama hotel itu dan Veer juga tidak tahu menahu soal hal ini. Ichcha tertegun dan langsung berpikir bahwa ini adalah ulah Saachi - Satya untuk menjebak Veer. Veer pun berangkat ke kantor tanpa curiga.

Sinopsis Uttaran Episode 162

Lihat juga sinopsis Uttaran secara lengkap hingga bocoran akhir cerita Uttaran di episode terakhirnya.

Sesampai di kantor, Veer mendapat tamu, Rathore, yang mengajak Veer kerjasama dengan mengajukan proposal bisnisnya. Satya masuk. Ia pura-pura mengecek proposal itu dan mengusulkan Veer untuk memikirkannya lagi karena proposal Rathore terlalu bagus dimana Rathore mendapat bagi hasil cuma sedikit meski seharusnya pemilik mendapat prosentasi lebih besar dalam hal keuntungan.

Rathore menjawab kalau proposal ini terlihat bagus tapi Veer harus baca lebih teliti sebelum menerima kesepakatan yang ditawarkan karena pemilik juga mendapatkan untung yang besar. Veer setuju dengan proposal bisnis Rathore. Satya pura-pura pasrah dengan keputusan Veer meskipun ia lega.

Kembali ke kediaman Bundela, usai Veer pergi, Ichcha ke dapur. Tapasya ikut-ikut karena ia bosan. Tapasya dan Ichcha masak memasak di dapur dan mereka membahas ketidaktahuan Veer tentang konfirmasi kamar hotel yang sempat mereka baca. Nenek lewat disitu dan marah karena Tapasya menggoreng. Nenek mengadu ke Gunvanti dan mengajaknya ke dapur. Gunvanti memaki Ichcha dan mengingatkannya supaya tidak ajak Tapasya memasak karena beresiko kena api. Tapasya kasihan dengan Ichcha dan menegur nenek dengan keras.

Soal ketidaktahuan Veer membuat Tapasya makin yakin ada konspirasi soal ini. Tapasya pancing Veer dengan mengajak ke dokter kandungan, pas saat malam dimana kamar hotel Veer dipesan sesuai surat konfirmasi.

Tapasya pura-pura mengundurkan jadwal, tetapi Veer berkata kalau di jam itu, ia ada permemuan di hotel yang sudah ditentukan oleh Satya. Tapasya ajak Ichcha untuk segera ke hotel itu tapi Ichcha menolak karena tidak bisa keluar rumah. Tapasya pun merajuk pada Gunvanti untuk mengajak Ichcha pergi. Gunvanti mengiyakan.

Di hotel tempat Satya dan Veer menunggu, Veer kaget saat Saachi datang di kamar hotel. Satya beralasan kalau Abraham datang bersama istri sehingga Veer mungkin perlu pendamping karena Ichcha repot dan Tapasya tak mungkin bisa temani. Veer masih heran tetapi tetap berbaik sangka kepada musuh dalam selimutnya ini. Mereka pun menunggu tuan Abraham yang fiktif itu dimana Satya pura-pura mendapat telepon dengan berkata kalau Abraham tersesat dan ia hendak menyusulnya.

Saachi dan Veer berdua di kamar sedangkan Tapasya dan Ichcha sudah hampir sampai ke kamar itu tanpa diketahui Veer. Saachi minta Veer ambilkan minum dan ia langsung campurkan obat bius ke minuman Veer saat Veer ambil minuman untuk Saachi. Tapasya dan Ichcha sudah melihatnya dan Ichcha memutuskan untuk muncul saat Veer hendak minum dengan berkata kalau Saachi sudah mencampurkan sesuatu dalam minuman itu.

Saachi terkejut dan masuklah Satya. Kehebohan terjadi dan Veer menganggap Ichcha pembohong. Tapasya tidak terima dan Veer juga ikut-ikutan marah kepada Tapasya karena mereka berdua sudah merusak persahabatan Veer-Satya. Ichcha makin kesal karena Veer tidak mau terima alasannya, sedangkan Saachi pun pura-pura menangis, sedangkan Satya pura-pura sedih dan memutuskan hubungan persahabatan. Puncaknya, Ichcha membuktikannya dengan meminum minuman yang dicampuri obat bius itu. Veer masih saja tidak percaya hingga akhirnya Ichcha pingsan. Saat Veer dan Tapasya panik, Satya dan Saachi melarikan diri.

Seperti biasa, nenek panik dengan keadaaan Tapasya dan langsung menuduh Ichcha dengan ngawur. Tentu, hal ini mengundang kekesalan Gunvanti pada Ichcha. Umed marah-marah mendengar hal ini. Gunvanti mengomel dan berkata buruk soal Ichcha, dimana hal ini didengar oleh Jogi dan Divya yang baru datang. Jogi tidak terima dan berkata kalau Ichcha memang bukan bangsawan, tapi ia dididik dengan baik oleh ibu kandungnya, serta Jogi dan Divya. Gunvanti sedikit malu. Tak lama, Veer menelepon dan mengabarkan apa yang sudah terjadi.

Demikianlah ringkasan sinopsis serial Uttaran episode 162 yang tayang hari senin kemarin. Lihat juga sinopsis Uttaran episode sebelumnya (episode 161) yang tayang hari minggu sebelumnya. Nantikan update sinopsis episode berikutnya (episode 163) di jadwaltelevisi.com!

Last edited 02 March 2016


loading...

0 Comments