• Today is: Sunday, 24 September 2017

Sinopsis Uttaran Episode 161 - Minggu, 28 Februari 2016

0
budipranoto posted this 29 February 2016 on 29-02-2016 04:20 Edited By: Budi Pranoto

Sinopsis Uttaran Episode 161 (Minggu, 28 Februari 2016)

"Demi Veer, Tapasya dan Ichcha Bersatu Untuk Mengungkap Rencana Jahat Sachi dan Satya"

Sementara itu, di kediaman Bundela, Veer melanjutkan percakapannya dengan Ichcha, dimana ia merasa heran karena Tapasya banyak berubah. Untuk perubahan yang sangat mempengaruhi cara berpikir Tapasya ini, Veer berterima kasih pada Ichcha. Ichcha masih tidak tenang. Karena itulah, Ichcha menemui Tapasya dan berikrar untuk selamatkan Veer setelah mereka bertukar pengalaman bagaimana mereka mengetahui ada rencana jahat dari kedua tamu mereka, Satya dan Saachi.

Makan pagi tiba. Tapasya dan Ichcha sudah menyusun rencana. Saat semua orang sedang duduk di meja makan, mulailah konspirasi antar mereka. Ichcha memuji kalung berlian Tapasya, dan Tapasya bilang ia pesan di London setelah ia mencari di internet. Tapasya berkata kalau Ichcha mending langsung saja jalan-jalan ke London karena Veer pasti mengajaknya kesana.

Sayangnya, Ichcha tak punya VISA dan Tapasya meminta Ichcha untuk segera mengurusnya. Nenek menyahut kalau keindahan kalung itu tergantung pemakai. Semua orang di meja makan tegang karena mereka mengira Tapasya dan Ichcha benar-benar berselisih paham. Tapasya bilang kalau tidak mungkin Veer ajak Ichcha ke London hanya untuk beli kalung karena Veer sibuk. Veer menyahut kalau ia tidak hanya akan ajak Ichcha ke London tapi justru keliling dunia. Tapi, lanjut Veer, ia akan lakukan itu setelah bayi Tapasya lahir.

Sinopsis Uttaran Episode 161

Lihat sinopsis lengkap serial Uttaran secara garis besar hingga episode terakhirnya.

Di kediaman Thakur, seperti yang sudah sempat disimak para pemirsa pada cuplikan 'episode selanjutnya' di akhir episode ke 160, diperlihatkan adegan saat Jogi pulang dari kantor dan merasa kesal dengan manajer kantin yang tak becus bekerja. Jogi mengaku ingin makan di kantin, tetapi sang manajer tak menyiapkan menu baru. Jogi memecat manajer itu, dan memutuskan untuk mengangkat Damini sebagai manajernya, Divya menganggap ini guyonan.

Keesokan harinya, Damini sudah siap untuk mulai hari pertama bekerja, Divya sedikit kesal karena Jogi ajak Damini naik mobil bersama. Membaca raut wajah Divya, Damini berinisiatif naik bis tetapi Jogi memaksa. Ini karena Jogi mau ajak Damini mampir ke kediaman Bundela untuk mendamaikan Ichcha dan Tapasya. Setelah sampai disana, mereka tampak senang melihat Tapasya dan Ichcha rukun.

Keduanya senang dengan kedatangan ortu masing-masing meski kedatangan Damini disambut cibiran nenek. Di saat yang sama, Pushkar panaskan suasana dengan berkata kalau di rumah ini, seorang nyonya jadi pembantu dan sebaliknya. Divya juga marah sepanjang hari karena ia melakukan beberapa tugas yang biasanya dilakukan Damini.

Kemarahan Divya tidak berhenti sampai sore saat Jogi pulang karena Jogi langsung mengantuk dan ingin tidur. Divya makin marah karena Damini hendak membuatkan kopi untuk Jogi. Kecemburuan tanpa alasan ini membuat Pushkar ada di atas angin dan semakin menggencarkan serangannya melalui hasutan di telinga Divya.

Di tempat lain, Rathore heran karena Satya tidak memberi kabar sama sekali soal rencana Satya mencelakai Veer. Baru saja Rathore memikirkan hal ini, Satya datang. Satya bilang semua ini ulah Ichcha yang tahu-tahu datang untuk menemui Veer. Rathore pun senang karena ternyata bukan Tapasya yang berupaya selamatkan Veer. Karena itu, Rathore yakin kalau Tapasya mencintainya.

Tapasya dan Ichcha masih mencari cara untuk mengungkap rencana jahat apalagi yang akan dilakukan oleh Satya dan Saachi. Mereka sepakat untuk membuat Saachi keluar kamar dan mencari apapun yang bisa menjadi penunjuk. Tapasya menelepon telepon rumah keluarga Bundela melalui ponselnya, dan menyalakan televisi dengan keras sembari bicara jauh dari telepon untuk mencari keberadaan Saachi. Chanda, yang menjawab telepon itu, memanggil Saachi.

Saachi mengaku tidak dapat mendengarkan dengan jelas dan Tapasya memperpanjang hal ini dengan bertanya apakah Satya adalah kakak Saachi, dengan background suara ambulans. Saachi khawatir, dan Tapasya pura-pura turun. Saachi hendak menelepon Satya menggunakan ponselnya yang tertinggal di kamar, namun Tapasya menyuruh Saachi menelepon Satya dari ponselnya saja. Di saat yang sama, Tapasya juga menelepon Satya dengan ponsel lainnya sehingga telepon Satya tidak dapat dihubungi.

Drama ini belum berakhir namun Satya keburu muncul. Saachi memeluk Satya dan mengira kalau ada kecelakaan menimpa Satya. Mereka berdua naik ke kamar, dan Tapasya buru-buru mengirim pesan kepada Ichcha kalau mereka berdua hampir menuju kamar dan Ichcha harus segera keluar dari situ.

Ichcha, yang menemukan lembaran reservasi hotel atas nama Veer, tak sempat keluar dan bersembunyi di balik tirai. Satya curiga dan ia membuka tirai itu. Ichcha terkejut dan beralasan mencari ponselnya, meski akhirnya ia berkata kalau ia adalah pemilik rumah dan ia berhak ke ruangan manapun.

Demikianlah ringkasan sinopsis serial Uttaran episode 161 yang tayang pada hari minggu kemarin. Lihat juga sinopsis episode 160 yang tayang pada hari Sabtu sebelumnya.

Nantikan terus update dan kelanjutan serial Uttaran episode berikutnya (episode 162) yang akan segera tayang siang ini pukul 14:45 WIB (lihat jadwal ANTV hari ini).

Last edited 01 March 2016


loading...

0 Comments