• Today is: Thursday, 21 September 2017

Sinopsis Uttaran Episode 160 - Sabtu, 27 Februari 2016

0
budipranoto posted this 28 February 2016 on 28-02-2016 02:12 Edited By: Budi Pranoto

Sinopsis Uttaran Episode 160 (Sabtu, 27 Februari 2016)

"Ichcha Dan Tapasya Bersatu Demi Selamatkan Veer dari Rencana Jahat Satya dan Sachi"

Ichcha sibuk sendiri mencari tahu apa yang akan dilakukan Satya dan Saachi kepada Veer. Ujung-ujungnya, Ichcha lupa kalau ia harus membantu persiapan pooja yang akan digelar di kediaman Bundela besok. Tentu saja, sudah bisa ditebak, bagaimana Gunvanti marah kepada Ichcha karena datang terlambat saat persiapan pooja dilakukan. Nenek pun mencibir, tak terkecuali Chanda.

Ichcha menangis dan terduduk di lantai sembari memegang patung Ganesha. Ia bertanya kepada dewa kenapa nasibnya selalu buruk dan kejahatan di rumah ini tak kunjung terungkap. Ia memohon supaya tidak ada hal buruk yang terjadi pada Veer dan seluruh anggota keluarganya. Tangisan Ichcha berhenti saat ia mendapat telepon dari Damini.

Damini menghibur Ichcha yang lebih banyak diam di telepon, meski dia juga sedih karena Divya kini ingin mengurus semua sendiri dan mengambil alih semua tugas rumah tangga, yang terkait dengan Jogi Thakur.

Sinopsis Uttaran Episode 160

Keesokan harinya, pooja dimulai. Ichcha memohon kepada dewi untuk keselamatan bagi semua anggota keluarga. Di saat yang sama, Saachi juga minta kelancaran pembalasan dendam demi kehormatan keluarga. Lengahnya para anggota keluarga Bundela ini dimanfaatkan oleh Satya. Satya ajak Veer segera berangkat untuk menandatangani kesepakatan proyek mereka berdua, dengan alasan supaya tidak telat dan kena macet.

Veer mengiyakan saja dan langsung berangkat bersama Satya. Ichcha mengamati hal ini dan makin khawatir karena ia mendengar kalau rencana melenyapkan Veer akan dilakukan di proyek. Dalam prosesi pooja, Ichcha mengamati Saachi dan ingin tahu apa rencananya kali ini. Di saat yang bersamaan, Satya berkata bahwa Saachi lupa tanda tangan dokumen tetapi mereka sudah hampir sampai.

Veer memberi usul dengan berujar kalau Saachi lebih baik berangkat ke proyek bersama supir keluarga. Veer menelepon Gunvanti yang tengah menjalani ritual, dan meminta supir keluarga untuk antar Saachi ke proyek. Gunvanti tak keberatan. Tapi, Gunvanti marah tak terkira saat melihat Ichhca tak konsentrasi dan meninggalkan acara.

Padahal, dalam pooja, Tapasya juga tak terlihat. Nenek beralasan kalau Tapasya sedang tidak enak badan, padahal nenek juga bingung karena Tapasya sudah pamit sejak tadi pagi. Tapasya melabrak Rathore di sebuah restoran karena Tapasya tahu kalau Rathore punya kesepakatan jahat dengan Satya dan Sacchi untuk melenyapkan Veer.

Rathore tidak mau mengaku dan meminta Tapasya tidak main ancam karena Rathore bisa berbuat apa saja. Tanpa sengaja, Tapasya memecahkan gelas saat ia menggebrak meja dan Rathore. Tangannya terluka. Rathore berusaha menolong tapi Tapasya berontak meski Rathore memaksa. Rathore berkata kalau Tapasya tidak perlu sering marah karena nanti bayi mereka bisa terganggu psikologisnya. Tapasya semakin kesal dan bilang kalau anak ini adalah anak Veer. Rathore masih ngotot dan akan membuktikan kalau mereka berdua ditakdirkan untuk bersama.

Kegalauan Tapasya dan Ichcha berlangsung secara bersamaan. Tanpa mereka sadari, mereka menuju ke proyek konstruksi. Mereka berdua sama-sama heran karena punya tujuan sama, meski tak sempat bicara lebih banyak. Mereka berdua terlihat rukun dan bergandengan tangan, dimana Ichcha ingat saat mereka masih kecil dan sering main bersama. Tapi, karena Tapasya terlihat lelah, Ichcha tak mau mengajak Tapasya dan menyuruhnya pulang. Tapasya mewanti-wanti supaya Ichcha benar-benar menjaga Veer dan ia tidak akan memaafkan Ichcha kalau terjadi sesuatu pada Veer.

Kediaman Bundela sudah sepi karena acara pooja sudah bubar. Gunvanti dan kakek marah kepada Ichcha karena sudah bersikap tak sopan dan meninggalkan ritual. Apalagi, Ichcha pergi tanpa pesan kepada siapapun, termasuk kepada Umed yang selalu membelanya. Lagi-lagi, Umed disemprot Gunvanti karena selalu membela Ichcha. Gunvanti tidak ingin memperpanjang masalah dan mengajak Umed pergi ke kuil sebab mereka sudah terlambat.

sinopsis uttaran per episode

Ichcha sampai di proyek tepat waktu, saat Veer sudah naik lift di proyek dan Saachi hendak melakukan sesuatu. Duo kakak adik itu kesal karena Ichcha menggagalkan rencana mereka. Ichcha meminta Veer pulang dengan alasan Tapasya sakit. Tanpa Ichcha sadari, Veer sangat khawatir pada Tapasya, terutama kepada bayinya. Ichcha berusaha menghilangkan rasa cemburunya yang dikalahkan dengan perasaan lega karena Veer tak mengalami hal buruk.

Veer pun menemani Tapasya dan Tapasya mencurahkan isi hatinya. Veer kagum karena Tapasya sudah berubah. Veer tetap menjaga jarak dan berinisiatif untuk ke kamar. Ichcha menghampirinya dan memeluk kaki Veer serta berkata kalau ia sempat takut kehilangan Veer. Veer juga berkata kalau ia takut kehilangan bayinya. Ichcha terdiam tanpa berbicara yang sebenarnya, soal ayah dari bayi Tapasya.

Di kediaman Thakur, Nenek memaki Damini karena Ichcha selalu menjadi duri dalam hubungan Tapasya dan Veer. Mendengar hal ini, Damini menangis dan Divya berusaha membela Damini. Tapi, nenek mencuci otak Divya dengan berkata bahwa Tapasya lebih membutuhkan pertolongan. Nenek heran karena Divya tak merasa kasihan dengan masa depan Tapasya.

Demikianlah sinopsis serial Uttaran episode 160 yang tayang Sabtu kemarin. Nantikan sinopsis episode berikutnya (episode 161) yang tayang hari ini. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya: episode 159.

Last edited 29 February 2016


loading...

0 Comments