• Today is: Thursday, 21 September 2017

Sinopsis Uttaran Episode 159 - Jumat, 26 Januari 2016

0
budipranoto posted this 27 February 2016 on 27-02-2016 04:47 Edited By: Budi Pranoto

Sinopsis Uttaran Episode 159 (Jumat, 26 Januari 2016)

"Setelah Tahu Rathore dan Satya Bersekongkol, Tapasya Berusaha Lindungi Veer"

Tapasya sangat menikmati makan malamnya dengan Veer meski Veer hanya gelisah dan mengirimkan puluhan sms dan puluhan kali pula menelepon Ichcha. Tapasya akhirnya merajuk dan Veer merasa kasihan. Veer menyuapi Tapasya. Kebetulan, di saat yang sama, Jogi ada disana saat Veer menyuapi Tapasya. Jogi merasa sedikit kecewa karena Tapasya belum berubah juga sejak kecil, dimana ia selalu menginginkan semua yang dimiliki Ichcha.

Sesampai di rumah, Veer benar-benar marah kepada Ichcha. Veer tak habis pikir mengapa Ichcha seolah menyembunyikan perasaannya yang tidak ingin Tapasya mendekati Veer. Ichcha berusaha memberi alasan tetapi Veer tak mau dengar. Ia menganggap Ichcha meremehkan perhatiannya.

Sinopsis Uttaran Episode 159

Pagi harinya, Tapasya dikejutkan dengan banyaknya hadiah yang dibawa oleh Chanda. Chanda berkata kalau salah satu teman Veer memberi hadiah ini. Tapasya turun terkejutlah dia. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat Rathore duduk di ruang tamu keluarga Bundela.

Tapasya hendak melabrak, ternyata Rathore menyapa Ichcha dengan sangat sopan. Ichcha menanyakan keperluan Rathore, dimana Rathore berkata ada urusan penting dengan Veer. Rathore berkata senang sekali bisa bertemu Ichcha lagi, meski kali ini ia harus berbicara soal yang penting dengan Veer. Ichcha pun berpamitan masuk sebelum Veer keluar ke ruang tamu. Maklum, lagi bertengkar.

Tapasya gugup, setelah punya kesempatan berbicara dengan Rathore berdua saja. Tapasya marah saat Rathore berkata kalau ia sudah mencetak undangan pernikahan mereka berdua. Rathore berkata kalau ia heran kalau Tapasya mengaku bernama belakang SIngh Bundela, lalu status Ichcha sebagai apa. Rathore berjanji menyebarkan undangan pernikahan mereka berdua setelah urusan bisnisnya dengan Veer selesai.

Saat Veer sedang menemui Rathore, Tapasya memanasi Ichcha dengan menceritakan apa yang terjadi saat makan malam. Tapasya berusaha meyakinkan Ichcha bahwa ia mengalami makan malam romantis. Tetapi Ichcha menjawab kalau Veer justru menelepon dan mengirim sms puluhan kali. Hal ini berarti, lanjut Ichcha, Veer hanya memikirkan dirinya meskipun sedang bersama dengan Tapasya. Kemarahan Tapasya urung ia ungkapkan karena Gunvanti mendadak datang dan pamit ke pasar. Ichcha menawarkan diri untuk berbelanja, meski Gunvanti masih saja mengomel dan menganggap Ichcha pura-pura baik saja.

Ichcha berbelanja dan penjual melirik Ichchca terus. Untuk beberapa saat, pemirsa pasti berpikir kalau si penjual punya maksud jahat, seperti mencuri dompat Ichcha, misalnya. Saat memberi kembalian, pak penjual menyerahkan surat untuk dibaca Ichcha. Setelah membaca surat itu, Ichcha menuju ke gudang karena Kasad ingin menemuinya. Yang ia lihat sangatlah mengejutkannya. Kasad babak belur karena dipukuli Satya dan Saachi yang berkehendak akan membunuhnya. Kasad ketakutan dan mengaku pulang ke desa padahal ia melarikan diri di dekat pasar. Ia meminta Ichcha menjaga Veer dan langsung berlari.

Sementara itu, di kediaman Thakur, Jogi berkata kepada Divya kalau ia tadi ke rumah Bundela dan bertemu Ichcha, tetapi tidak bertemu Tapasya. Divya marah karena Jogi justru tega pada anaknya sendiri, dimana ia mendatangi rumah Tapasya tetapi hanya menemui Ichcha. Jogi mengingatkan kalau rumah Bundela itu bukan rumah Tapasya.

Lagi-lagi, Jogi mengingatkan Divya supaya sesegera mungkin meminta Tapasya segera berubah karena ia masih iri dengan apa yang dimiliki Ichcha. Divya merenung, tetapi tak dapat menerima pendapat ini. Kekesalannya ia lampiaskan kepada Damini yang sedang beberes pakaian Jogi. Divya bertanya apa yang dimasak Damini, namun Divya marah karena ia tidak ingin makan itu. Damini beralasan kalau Jogi yang meminta menu tersebut. Divya berkata kalau urusan Jogi adalah urusannya. Damini terkejut dan Pushkar puas melihat sikap Divya. Sikap Divya ini terus menerus ia tunjukkan, bahkan dalam hal yang paling sepele sekalipun.

sinopsis uttaran per episode

Sementara itu, di kediaman Bundela lagi, Chanda menemukan kotak perhiasan Vansh berisi kalung yang menjadi penyebab masuknya Satya di penjara. Saat itu, Kakek dan Satya asyik main catur. Umed bergabung serta tunjukkan kalung itu serta menyesal karena mereka sudah salah tuduh. Gunvanti tidak menyesal dan berkata kalau Satya pasti yang menyembunyikannya dalam kotak Vansh. Umed menegur Gunvanti dan memberikan logikanya.

Gunvanti tidak mau bahas karena tidak ada manfaatnya. Malah Gunvanti mendukung ayahnya yang tidak percaya kepada pembantu. Satya makin sakit hati dan menceritakan hal ini kepada adiknya saat mereka punya kesempatan berdua di dalam kamar. Saachi berkata kalau semua balas dendam harus mereka lakukan sekarang juga.

Mereka berdua pun sepakat pergi ke kafe untuk menemui Rathore. Tanpa mereka tahu, Tapasya juga pergi kesana dan heranlah dia melihat Saachi memilih menu makanan. Lebih terkejut lagi saat tahu bahwa Rathore turut bergabung. Tapasya marah dan berjanji akan melindungi Veer dari niat jahat mereka bertiga.

Senjata terakhir Satya dan Saachi adalah pura-pura berpamitan kepada keluarga Bundela, yang tidak ingin mereka keluar dari rumah. Satya beralasan kalau mereka tidak ingin merepotkan. Ichcha mendengar dengan seksama dan berpikir pasti mereka sedang punya rencana dengan kepura-puraannya.

Demikianlah sinopsis Uttaran episode 159 yang tayang pada hari Jumat kemarin. Nantikan kelanjutan sinopsis episode berikutnya (episode 160). Jika anda ingin mereview kembali beberapa episode sebelumnya (episode 158), anda bisa membacanya disini: sinopsis Uttaran per episode lengkap hingga episode terakhirnya.

Last edited 27 February 2016


loading...

0 Comments