• Today is: Thursday, 21 September 2017

Sinopsis Uttaran Episode 156 - Selasa, 23 Februari 2016 "Rathore Hampir Ketahuan Ichcha, Sachi Dan Satya Hendak Kacaukan Hubungan Veer dan Ichcha"

0
budipranoto posted this 24 February 2016 on 24-02-2016 07:13 Edited By: Budi Pranoto

Sinopsis Uttaran Episode 156 (Selasa, 23 Februari 2016)

Kenekadan Rathore memasuki kamar Tapasya dengan menyamar sebagai tukang cat membuat Tapasya sangat ketakutan. Padahal, dalam hal ini, Rathore sudah menyatakan keinginannya untuk bertanggung jawab secara penuh. Rathore ingin Tapasya menjaga anaknya, itu saja. Bahkan, Rathore berjanji akan menjadi pria yang bertanggung jawab dan tidak akan berjudi atau berbuat kejahatan lagi. Tetapi Tapasya mengusirnya dari kamar.

Rathore pun memberikan sagun sebagai tanda kalau ia akan bertanggung jawab sebagai seorang ayah. Terkejutnya Tapasya saat Ichcha hendak masuk ke kamar. Tapasya meminta Rathore untuk segera keluar dari kamar. Namun, ponselnya terjatuh dan Ichcha menghentikan langkah pria itu. Ichcha pun bertanya kepada Tapasya tentang keberadaan pria itu. Rupanya, Ichcha tidak mengenalinya, meskipun Ichcha bertanya kepada Tapasya apakah dia adalah ayah dari bayinya, karena Tapasya memegang sagun di tangannya.

Masih di kediaman Bundela, Saachi mengaku merasa bosan dan ia pun berinisiatif menemui Chanda untuk membantunya. Chanda bingung apa yang bisa Saachi lakukan. Akhirnya, ia menyuruh Saachi untuk memisahkan kacang tanah dari cacing. Melihat hal ini, paman Kasad curiga karena tidak mungkin orang buta dapat berbuat seperti itu.

Kasad langsung menemui Ichcha di dapur dan mengatakan kalau Ichcha harus mengamati gerak-gerik Saachi dan Satya. Ichcha mengangguk. Bahkan, Ichcha sampai menelepon Veer untuk segera pulang karena hal ini. Veer sendiri tidak percaya karena ia sangat yakin dengan kebaikan hati Satya dan Saachi. Apalagi, saat Ichcha memasang tali supaya dapat memastikan kalau Saachi akan menghindari tali itu.

Sinopsis Uttaran Episode 156

Sayangnya, Saachi yang hanya menghentikan sandiwaranya di kamar saja itu, tersandung. Veer pun menolongnya dan menatap Ichcha dengan penuh arti. Veer menegur Ichcha dan berkata kalau kepercayaan itu sangat penting. Ichcha masih penasaran meski tidak mau berkata apa-apa lagi.

Saachi sendiri sudah merasakan kalau beberapa orang di rumah itu meragukan kebutaannya. Ia mengadukan hal ini kepada Satya melalui telepon dan memintanya untuk segera bertindak. Satya pun kini tinggal mengacaukan hubungan Ichcha dan Veer. dengan mencetak foto saat Veer memeluk Saachi karena mengira bahwa dirinya adalah Ichcha. Adegan ini ada pada beberapa episode lalu.

Saachi pun tersenyum-senyum saat melihat ponselnya, dan Ichcha melihat hal ini. Kecurigaan Ichcha terjawab sudah. Sedangkan Kasad dan Chanda juga membicarakan hal ini meskipun Chanda tidak berani mengadukannya kepada Gunvanti. Ichcha sendiri ingin menjebak Saachi. Ia menyuguhkan makanan kepada Saachi dan berkata kalau ia merasakan kalau makanan ini kurang sedap, Saachi bisa menambahkan garam atau merica. Ichcha berkata letak garam dan merica, meski sudah menukar letaknya. Dan, Saachi pun masih bisa membedakannya. Ichcha pun mulai yakin kalau Saachi dan Satya sudah menipu mereka.

Sementara itu, Saachi dan Satya hendak menjebak Ichcha. Satya meminta Saachi pura-pura kemasukan sesuatu dalam matanya saat Veer hendak ke kantor.

Jebakan mereka meleset karena Tapasya yang hendak membawakan berkas Veer. Itupun karena Tapasya disuruh oleh nenek. Tapasya kesal sekali melihat adegan yang terlihat mesra ini, dan ia langsung memanggil Veer. Veer tak terlihat takut atau khawatir karena Tapasya melihatnya. Satya sendiri tersenyum karena ia menganggap bahwa rencananya ini justru akan menghasilkan efek yang sangat dahsyat jika Tapasya, bukan Ichhca, yang melihat hal ini.

Tapasya pun makin sering merenung. Selain tak kunjung mendapat perhatian yang ia harapkan dari Veer, ia juga justru kepikiran bagaimana jika Rathore nekad. Memang, Rathore menyiapkan sebuah kamar yang dihias sedemikian indahnya sebagai kamar bayi. Rathore sangat ingin bayinya lahir di rumah itu.

Di kediaman Thakur, upaya untuk menyingkirkan Damini masih saja terus dilakukan oleh Pushkar. Setelah Damini tak diperbolehkan untuk merawat Jogi, Pushkar juga mengadukan kalau Damini sok jadi nyonya rumah di rumah Thakur. Divya geram karena memang sebelum keberangkatannya ke Amrik, Jogi selalu menuruti apa kata Damini.

Demikianlah sinopsis Uttaran episode 156 yang tayang pada hari Selasa kemarin. Nantikan sinopsis serial Uttaran episode 157 yang akan tayang siang ini. Jika anda kelewatan menonton serial ini episode sebelumnya (episode 155), anda bisa melihat daftar lengkap sinopsis Uttaran per episode hingga episode terakhirnya.

Last edited 25 February 2016


loading...

0 Comments