• Today is: Sunday, 24 September 2017

Sinopsis Uttaran Episode 155 - Senin, 22 Februari 2016 "Ichcha Peringatkan Tapasya Untuk Mengakui Kebohongannya, Atau Ia Yang Akan Membongkarnya"

0
budipranoto posted this 23 February 2016 on 23-02-2016 06:16 Edited By: Budi Pranoto

Sinopsis Uttaran Episode 155 (Senin, 22 Februari 2016)

Ichcha memutuskan untuk ke rumah sakit, dengan alasan ia hendak memeriksakan luka di kepalanya. Itu alasan yang ia sampaikan kepada keluarganya. Padahal, ia juga hendak menuju ke dokter kandungan. Veer, yang mengetahui hal ini, heran kenapa Ichcha tidak mengajaknya. Ichcha berkata kalau ia kasihan kepada Veer yang mungkin sedang banyak urusan di kantor. Dan, Ichcha berkata mungkin ada masalah pada kesuburannya sehingga ia tidak kunjung hamil. Veer menghibur Ichcha dengan mengatakan kalau dirinya tidak akan mempermasalahkan hal tersebut, dan sepakat akan menyelesaikan hal ini bersama-sama.

Sesampainya di dokter, kejutan datang dimana dokter mengatakan kalau Veer mandul. Hal pertama yang ada dalam benak Ichcha adalah bahwa anak Tapasya itu bukanlah anak Veer. Ia pun bimbang dan hendak menyampaikannya kepada Veer.

Di sepanjang jalan, Ichcha melamun hingga tanpa sengaja sepulang dari rumah sakit, mobilnya menabrak mobil yang dikendarai oleh Rathore. Meski kesalahan ada pada Ichcha yang tidak konsentrasi berkendara, ia meminta maaf karena ia tahu kalau Ichcha bisa ia manfaatkan untuk membalaskan dendamnya kepada keluarga Bundela. Ia memberikan kartu nama kepada Ichcha dan hendak mengganti ongkos kerusakan.

Sinopsis Uttaran Episode 155

Lihat daftar lengkap sinopsis Uttaran per episodenya dan bocoran akhir cerita Uttaran yang bikin penasaran.

Sesampainya di rumah, masih saja Gunvanti memarahi Ichcha yang tak kunjung pulang padahal di rumah sedang banyak yang harus dikerjakan. Gunvanti memaki Ichcha yang katanya manja karena memeriksakan luka kecil dalam jangka waktu yang lama. Saking kesalnya, Ichcha pun mendatangi Tapasya yang sedang dihias tangannya.

Tapasya senang dengan kedatangan Ichcha karena ia bisa memamerkan kebahagiaannya yang sedang dimanja oleh semua anggota keluarga Bundela. Hampir saja Ichcha berkata kalau kebohongan Tapasya harus segera terbongkar, datanglah Veer. Tetapi, Veer datang sembari membawa makanan kesukaan Tapasya.

Parahnya, Veer juga menyuapi Tapasya. Ichcha sakit hati meskipun akhirnya Veer memberikannya bunga. Kali ini, Tapasya yang kesal dan berpura-pura sakit perut sehingga Veer meninggalkan Ichcha dan menolong Tapasya.

Ichcha tidak mau diperlakukan begini terus. Sembari memberikan obat kesuburan untuk Veer, ia melamun dan memikirkan cara untuk dapat membuat Tapasya mengakui kebohongan besar yang sudah ia lakukan. Saat ia menyuguhkan minuman itu untuk Veer, Veer malah bercerita soal sulitnya menjadi wanita hamil. Ichcha makin sedih saja.

Keesokan harinya, Tapasya makin rewel dan meminta nenek untuk membujuk Gunvanti supaya Veer mau datang dan menyuapinya karena ia tidak doyan makan. Tentu, Gunvanti tak keberatan dan menyuruh Ichcha supaya mau membujuk Veer untuk menyuapi makanan kepada Tapasya. Veer tak menolak meski Ichcha pun mati-matian menarik perhatian Veer yang menyuapi Tapasya sembari menjawab pertanyaan Ichcha yang menanyakan baju dan perhiasan mana yang akan ia pakai. HIngga akhirnya makanan Tapasya habis, Veer menyuapinya tanpa melihat ke arah Tapasya sama sekali.

Kekesalan Ichcha memuncak di acara pemujaan. Karena Tapasya terus mengoloknya, Ichcha berkata kalau Tapasya sebaiknya berpikir ulang sebelum melanjutkan kebohongan besar ini, Tapasya sedikit ketakutan, tetapi ia tidak berkutik. Ichcha minta Tapasya tidak menerima penghormatan di ritual Holli yang digelar besok. Jika hal ini dilanggar Tapasya, maka Ichcha tak segan untuk membongkar semua kebohongan Tapasya. Dari kejauhan Veer melihat hal ini, dan berpikir kalau keduanya tengah menyimpan sesuatu yang besar.

Sementara itu, dendam Satya yang belum usai menggiringnya ke kamar Ichcha. Ia menemukan kartu nama Rathore. Tentu, ia juga tahu siapa Rathore, karena ia punya nama yang sangat besar di kota tersebut. Ia heran untuk apa seorang penjahat kelas kakap ikut-ikutan 'masuk' ke urusan keluarga Bundela. Saat Satya menemui Rathore, ia ingin tahu apa yang diinginkan. Rathore mempersilakan Satya 'mengobok-obok' keluarga Bundela, namun Rathore hanya minta bayi yang dikandung Tapasya. Satya tersenyum senang.

Di episode mendatang, akan dilanjutkan bagaimana rasa penasaran yang dirasakan oleh beberapa orang yang tinggal di rumah keluarga Bundela, akan kenyataan apakah Saachi benar-benar buta karena tindak tanduknya tak menunjukkan bahwa ia tidak dapat melihat apa-apa.

Demikianlah sinopsis Uttaran episode 155, nantikan kelanjutan sinopsis episode 156 yang tayang sore ini, atau lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 154).

Last edited 24 February 2016


loading...

0 Comments