• Today is: Tuesday, 22 May 2018

Sinopsis Uttaran Episode 145 - Jumat, 12 Februari 2016 "Nenek Akhirnya Bersama Tapasya di Rumah Gunvanti, Veer dan Ichcha Justru Makin Mesra"

0
budipranoto posted this 13 February 2016 on 13-02-2016 05:42 Edited By: Budi Pranoto

Sinopsis Uttaran Episode 145 (ANTV)

Tayang hari Jumat, 12 Februari 2016 pukul 14.30-17.30 WIB di ANTV.

Gunvanti yang super panik menuruti Tapasya untuk membawa nenek ke rumah Bundela. Ia mengadu bahwa Tapasya sempat mengalami sakit perut karena Ichcha sudah mencampurkan sesuatu dalam makanannya. Nenek pura-pura tidak mau, dan Tapasya tertawa kecil penuh kemenangan. Nenek meminta persetujuan Jogi, tetapi Jogi menolak karena ia menganggap bahwa hal ini tidak etis.

Damini juga berkata demikian. Tetapi, Divya malah berkata kalau Jogi selalu menuruti apa kata Damini. Divya sudah terpengaruh omongan nenek, rupanya, yang berkata kalau Jogi memiliki perasaan khusus pada Damini. Divya pun segera menyuruh nenek berkemas dan tinggal di rumah Bundela keesokan paginya untuk menjaga Tapasya.

Kalau Gunvanti berhasil dikibuli, namun tidak demikian dengan Veer. Suatu pagi, Veer mengunjungi Tapasya di kamarnya. Ia sedang melihat Tapasya hendak memakan masakan yang mengandung minyak dan cabe dalam jumlah cukup banyak. Veer menegur Chanda yang menyajikan makanan yang seharusnya tidak dikonsumsi orang hamil itu.

Chanda dan Tapasya senang dengan kepedulian Veer, karena Veer berkata kepada Chanda bahwa Tapasya hanya boleh makan bubur kacang hijau saja. Chanda mengambil lagi makanan tersebut dan beranjak ke dapur. Tapasya kegeeran dan berterima kasih kepada Veer atas perhatiannya. Veer pun meminta maaf karena sudah menjauhkan makanan lezat dari mulutnya. Tapasya tersentak. Veer berkata bahwa Tapasya tak perlu berpikir kalau Veer sudah memedulikan dirinya.

Sinopsis Uttaran Episode 145

Veer tahu kalau Tapasya pura-pura sakit perut, dan ia tidak mudah dikibuli seperti Ichcha dan Gunvanti. Tapasya hendak menjawab dengan suara keras, dan Veer pun melarang Tapasya teriak karena nanti sakit perut lagi. Veer pergi diiringi kekesalan si mantan istri.

Tapasya mencari-cari kemana Ichcha, dan ia pun kesal karena Ichcha menelepon Veer dengan mesra. Ia pun pura-pura pusing supaya Ichcha memerhatikannya. Setelah itu, ia mandi dan keramas. Saat Gunvanti lewat, ia pura-pura bersin-bersin dan berkata kalau ia disuruh Ichcha untuk mandi air dingin setelah kepala dipijat. Nah, Anda semua bisa menebak kan apa yang akan dilakukan Gunvanti kepada Ichcha?

Malamnya, Veer curiga karena Ichcha sudah berselimut, tetapi ia pun membangunkannya. Terkejutlah ia saat melihat Ichcha menangis. Tetapi, Ichcha berjanji untuk lebih kuat dan tidak lemah lagi. Akhirnya, mereka menghabiskan malam berdua, tanpa mereka tahu bahwa di luar sana ada Tapasya yang mengamati mereka. Paginya, Tapasya mulai mengacau dan berkata kalau Ichcha terlihat bahagia, seperti dirinya saat masih bersama dengan Veer.

Tapasya berkata kalau kamar itu memiliki kenangan manis yang tak dapat ia lupakan. Setelah meracau tak keruan, Tapasya pun membuka kedoknya, sembari berkata kalau Veer hanya miliknya, bukan milik siapapun, termasuk Ichcha.

Ichcha, lagi-lagi meratap, sedangkan Tapasya lari keluar karena nenek kesayangannya datang. Ichcha mencari Veer dan bercerita kalau nenek akan tinggal disini. Veer pun akhirnya berkata kepada Ichcha bahwa kecurigaannya kalau Tapasya tidak pernah berubah, terbukti. Nenek memang makin menjadi-jadi. Ia kini berusaha menghias kamar Tapasya dengan foto masa kecil Vansh dan Veer, karena foto bayi disitu dianggap tidak pantas.

Yang lebih parah, setelah nenek memilih foto-foto masa kecil anak-anak dengan kasar di depan Ichcha, ia juga meminta foto Veer berukuran besar di kamar Ichcha untuk dipindah ke kamar Tapasya. Gunvanti tak mempermasalahkannya. Ichcha pun berkata dalam hati kalau hanya foto Veer yang bisa diambil darinya, bukan Veer.

Malamnya, nenek masih saja membuat rusuh, saat melihat Veer dan Ichcha hendak jalan-jalan. Ia menyuruh Tapasya pura-pura ngidam dan minta antar Veer. Veer tidak bisa menolak, karena supir sudah pulang. Tapi tidak berarti, Veer tak mengajak Ichcha dan menggandeng mesra tangannya.

Kemesraan Veer dan Ichcha berlanjut, meskipun Tapasya berusaha memanas-manasi mereka. Veer menaruh Tapasya di kedai es krim, dan mengajak Ichcha ke tempat lain. Mereka bermesraan dan Tapasya pun pulang sendirian saking kesalnya. Ia langsung mengadu ke neneknya seperti anak kecil dan menganggap kalau sandiwara ini tidak akan berhasil.

Di kediaman Thakur, Jogi dan Divya masih saja bertengkar soal Damini. Divya berkata kalau Damini terlalu banyak ikut campur, bahkan keputusan Divya yang hendak ke Amerika saja masih memancing Damini untuk ikut berpendapat. Jogi heran kenapa tidak dari dulu Divya mempersoalkan hal ini. Di hari-hari selanjutnya, Divya mencari-cari terus kesalahan Damini, bahkan hal-hal yang tak perlu pun dipermasalahkan, seperti sayuran yang tidak lengkap, sprei yang dilepas dan banyak lagi. Hal ini diperparah dengan fitnah dari Rohini yang selalu menyudutkan Damini.

Demikianlah ringkasan sinopsis serial Uttaran episode 145 yang tayang pada hari jumat kemarin. Nantikan update untuk penayangan serial Uttaran hari ini (episode 146). Jika anda juga melewatkan tayangan hari kamis, anda bisa membacanya disini: sinopsis episode 144.

Last edited 14 February 2016


loading...

0 Comments