• Today is: Monday, 22 January 2018

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 48 - Rabu, 2 Maret 2016

0
prasraharjo posted this 03 March 2016 on 03-03-2016 04:16

Fulya mengamuk pasca kepergian Mehmet dan langsung mencari supir keluarga Attahan untuk mengantarnya ke rumah Hasret. Hulya mencegah hal ini tetapi Fulya tetap saja berangkat. Tentu, yang ia temukan di rumah Hasret hanya bibi Hasret yang terkejut tapi juga kesal karena Fulya masuk ke semua kamar sambil berteriak-teriak kalap mencari suaminya. Bibi Hasret pun berkata kalau Mehmet dan Hasret sedang di rumah sakit karena Bahar kritis. Fulya makin menangis dan bibi Hasret mengusirnya.

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 48

Efsun menyesali apa yang sudah ia katakan kepada Bahar saat ia menangis dari luar kamar ICU sambil menatap Bahar. Ia dikejutkan dengan kedatangan Ates dan ia bertanya siapa yang memberitahukan hal ini kepadanya. Ates berkata kalau Hasret yang sudah memberi kabar tentang kondisi Bahar. Ates memohon kepada dokter untuk berada di samping Bahar dimana hal ini membuat Efsun makin sakit hati tetapi tidak berdaya.

Tak lama, Bahar siuman dan melihat Ates untuk pertama kalinya sejak ia kritis. Ates mengabarkan hal ini kepada semua orang yang terharu karena Bahar bisa siuman. Karena semua sudah berjalan sesuai harapan, Hasret dan Mehmet memutuskan untuk pulang. Di rumah Hasret, bibi Hasret bercerita kepada Mehmet soal labrakan Fulya sampai membuat Mehmet malu. Mehmet meminta maaf dan berjanji kalau hal ini tidak akan terulang lagi.

Sekembalinya Mehmet di rumah, ia mendatangi Fulya dan memakinya karena tega mendatangi wanita miskin dan bersikap tidak sopan di rumahnya. Fulya tak mau kalah dengan berkata kalau Mehmet tak peduli lagi dengannya, dengan pesta ultah pernikahan yang sebelumnya tak pernah ia lupakan, dan pergi tengah malam tanpa pesan. Mehmet enggan tanggapi dan berlalu begitu saja sambil berkata kalau Hasret adalah ibu dari anaknya dan hal ini tak dapat diganggu gugat.

Di tempat yang sama, Bahar sudah masuk ke ruang perawatan ditunggui Nuran dan Efsun. Efsun menciumi Bahar sambil menangis dan hal yang sama juga dilakukan Nuran. Bahar masih sedih dan marah karena dituduh mencuri dan hal ini memaksa Efsun dan Nuran meminta maaf. Singkat kata, mereka akur.

Bahar sudah masuk ke ruang perawatan ditunggui Nuran dan Efsun

Keesokan harinya Bahar sudah boleh pulang dan ia bertekad untuk melakukan aktifitas seperti biasa. Efsun memarahinya karena ia masih sakit. Hal serupa juga dikatakan oleh Nuran dan Efsun berkata kalau Bahar selalu seperti itu sejak kecil dimana ia pernah sakit cacar air dan ngotot masuk hingga semua teman-temannya tertular. Sebelum Bahar pergi, Hasret datang dan disambut Nuran dengan sinis. Hasret membawakan bunga untuk Bahar dan mereka berbincang sangat akrab sampai Efsun dan Nuran khawatir keduanya bisa menyadari kalau mereka adalah ibu dan anak.

Saat Hasret hendak pergi, sebuah pengiriman datang dan Efsun membukanya meskipun bingkisan itu diperuntukkan bagi Bahar. Terkejutlah Efsun melihat boneka Teddy di dalamnya, dan membaca pesan yang bertuliskan 'Semoga cepat sembuh, Bahar, kebenaran akan terungkap,' dari ayahmu Mehmet Emir.

sebuah pengiriman datang dan Efsun membukanya

Efsun mencari Nuran dan berbisik-bisik mencari tahu siapa yang mengirimkan bingkisan itu. Bahar keluar dan mendapati keduanya sedang kasak-kusuk. Bahar melihat Nuran menyembunyikan sesuatu di punggungnya dan bertanya apa lagi yang disembunyikan Nuran. Ternyata, anak Guleser lewat dan meminta boneka itu dari Nuran yang langsung memberikannya tanpa ragu.

Nah, cukup soal Bahar, kini adegan berpindah di rumah kos Asim yang sedang merawat ibunya yang tengah sakit. Hulya menjemput mereka berdua dan memutuskan untuk merawat ibu Asim. Ibu Asim disambut gembira oleh Muge dan Arda dan Hula memintakan ijin tinggal ibu Asim kepada Mehmet yang tak keberatan sama sekali. Asim khawatir Hulya tak dapat merawat mertuanya itu tetapi Hulya bersikeras akan membawanya ke dokter terbaik, kalau perlu ke luar negeri.

KIni, berlanjut kepada Ates yang terus didatangi oleh asisten Eddie, musuh bebuyutan keluarga Attahan. Eddie menceritakan semuanya, tentang Mahmud Attahan yang mencurangi ayah Ates soal pembagian saham. Eddie berkata kalau rumah Attahan dan seisinya adalah sebagian hak dari ayah Ates.

Ates yang terus didatangi oleh asisten Eddie

Sementara itu, Hasret makin sering bertemu Mehmet dan bercerita banyak soal sifat Efsun yang sering membuatnya tidak nyaman. Mehmet menyarankan supaya Hasret bisa lebih sering menghabiskan waktu dengan Efsun yang mungkin tidak mendapat didikan yang benar dari keluarga yang membesarkannya. Dan Hasret pun melakukannya meskipun saat bertemu dengan Efsun, ia juga naik pitam karena Efsun memang suka mengatakan banyak hal tanpa berpikir panjang.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 48 yang tayang pada hari Rabu, 2 Maret 2016 kemarin. Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 47). Nantikan kelanjutan serial Efsun dan Bahar episode selanjutnya malam ini (episode 49).

Last edited 04 March 2016


loading...

0 Comments