• Today is: Saturday, 21 July 2018

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 47 - Selasa, 1 Maret 2016

0
prasraharjo posted this 02 March 2016 on 02-03-2016 06:16

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 47 (Selasa, 1 Maret 2016)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 47

Episode ini diawali dengan adegan saat si kecil anak Gulezer bermain dengan mainan truknya di depan gudang. Ia menemukan sebuah anting dan berlari ke arah rumah. Tapi karena ada Nuran, ia berdiri saja di pagar karena takut. Nuran sedikit menyesal karena membentak Gulezer dan berkata kepada si kecil itu kalau orang dewasa memang terbiasa bertengkar meski bukanlah karena hal yang besar. Nuran memberi uang jajan kepadanya, dan si kecil itu menyerahkan anting kepada Nuran.

Nuran bertanya dimana ia temukan anting itu, dan bocah lelaki ini berkata ia menemukannya di depan pintu gudang. Nuran bertanya kepada Gulezer apakah itu anting miliknya. Gulezer berkata kalau anting itu milik Sakine. Terbersit rasa curiga Nuran dan ia pun langsung menuju ke kediaman Sakine. Ia mendapati Sakine sedang santai di rumah tetangga dan Nuran memberikan anting itu serta mulai menyindir Sakine. Apalagi, Nuran melihat rumah Sakine yang sudah hampir selesai diperbaiki. Sakine tidak terima dan Nuran pun memilih untuk mengakhiri pembicaraan ini.

Saat Nuran balik, ia menemukan amplop berisi sekeping emas

Saat Nuran balik, ia menemukan amplop berisi sekeping emas seperti yang sudah raib. Di saat yang sama pula, Efsun juga mendapati hal serupa di atas tempat tidurnya. Nuran menelepon Efsun dan menceritakannya. Efsun langsung menuduh Beyza, tetapi Beyza berkata kalau Fulya adalah saksi kalau ia tidak pergi kemana-mana hari ini, seperti yang dituduhkan Efsun.

Efsun menghampiri kamar Edibe dan mengomel panjang lebar disitu. Edibe hanya melotot dan tak bisa membalas ucapan ngelantur Efsun. Saat Efsun keluar kamar, ia bertemu dengan Hulya dan menuduhnya menjebak Efsun. Hulya tak mau tanggapi hal ini, dan Efsun pun berpikir bahwa bukan Hulya yang melakukannya.

Ia langsung menuju ke kediaman Nuran dan membahas soal ini hingga Ilyas bosan dan gusar. Ilyas berkata kalau Bahar sudah senang sekarang tanpa melihat mereka berdua, dan sudah dilindungi oleh ibunya. Efsun iri setengah mati sekaligus takut kalau Hasret mendapati kenyataan bahwa Bahar adalah anak kandungnya. Efsun berlari ke rumah Hasret dan langsung memaki-maki Bahar.

Efsun berlari ke rumah Hasret dan langsung memaki-maki Bahar

Lihat sinopsis Efsun dan Bahar secara keseluruhan hingga bocoran episode terakhirnya.

Padahal, Bahar, Hasret dan si bibi tengah bersantai dimana Bahar membantu Hasret menjahit payet. Efsun berkata kalau Bahar adalah penjilat dan selalu berbuat baik untuk mengambil hati orang lain. Hasret marah besar, dam bibinya pun menegur Efsun dengan keras. Efsun balik membentak bibi Hasret sampai Hasret tak tahu harus berbuat apa. Ia menelepon Mehmet dan menyuruhnya membawa Efsun pulang.

Bahar menangis setelah kejadian ini dan Hasret memeluknya. Bibi Hasret pun menghibur Bahar. Sebelum Mehmet pulang, Hasret meminta waktu Mehmet nanti malam untuk bicarakan Efsun. Dengan senang hati, Mehmet mengiyakan padahal Fulya sudah menyiapkan makan malam romantis di rumah untuk merayakan ultah pernikahan.

Malam harinya, Fulya sudah berdandan cantik dan keluarga Hulya sengaja keluar makan malam supaya Mehmet dan Fulya tak terganggu. Di restoran, Arda melihat Ates sedang bercakap-cakap dengan seorang tangan kanan bos dari perusahaan kompetitor Attahan dan mereka pun berpikir kalau Ates sedang berusaha menjatuhkan Attahan. Padahal, Ates saat itu tidak menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan besar untuk menjadi pengacara kantor.

Di saat yang sama, Hasret dan Mehmet bicara. Mehmet heran karena semua yang dikatakan Efsun berbalik dari fakta. Di rumah Attahan, Fulya menanti Mehmet dengan kesal meskipun semua sudah tertata rapi. Baru setelah Fulya hendak masuk ke kamar, Mehmet datang dan melihat slideshow foto-foto pernikahan mereka. Mehmet tak menunjukkan ekspresi senang, bahkan saat Fulya hendak menyuapi Mehmet dengan masakannya, Mehmet menolak.

Terkejutlah ia mendapati Bahar di kamar mandi dalam kondisi tak sadarkan diri

Malam itu pula, Efsun berniat untuk mencari Bahar dan mengusirnya dari rumah Hasret. Ia mengetuk pintu rumah Hasret dan tidak menemukan siapa-siapa. Karena Efsun punya kunci rumah, ia masuk dan berteriak-teriak seperti biasa, mencari Bahar. Terkejutlah ia mendapati Bahar di kamar mandi dalam kondisi tak sadarkan diri karena memang gas di kamar mandi bocor.

Efsun menangisi kondisi Bahar dan memanggil ambulans. Di rumah sakit, Efsun masih histeris dan menelepon Nuran dan Ilyas yang langsung meratapi Bahar. Nuran memaki Hasret yang tidak becus menjaga anaknya selama dua hari saja. Hasret menangis dan keluar dari ruangan. Ia pun menelepon Mehmet dan menceritakan yang sebenarnya.

Mehmet langsung ke rumah sakit saat mendengar Bahar mengalami kecelakaan. Fulya mengejar Mehmet dan mengira kalau ia akan bertemu dengan Hasret.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 47 yang tayang pada hari Selasa kemarin. Lihat juga sinopsis Efsun dan Bahar episode 46 yang tayang hari Senin sebelumnya. Nantikan sinopsis episode selanjutnya (episode 48) di jadwaltelevisi.com.

Last edited 03 March 2016


loading...

0 Comments