• Today is: Monday, 22 January 2018

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 41 - Rabu, 24 Februari 2016 "Bahar Berhenti Bekerja Dan Memutuskan Untuk Kuliah, Ilyas Tuntut Ates Bertanggung Jawab Atas Efsun"

0
prasraharjo posted this 25 February 2016 on 25-02-2016 05:28

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 41 (Rabu, 24 Februari 2016)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 41

Bahar membuang semua pesan dari nomor ponsel Ates. Keputusan besar diambilnya dengan berhenti bekerja dan melanjutkan kuliahnya. Saat keluar dari kamar, Bahar masih murung meskipun Nuran dan Ilyas berusaha membujuknya untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus. Bahar menurut meskipun tidak bersemangat untuk sarapan.

Obrolan mereka terhenti saat Nuran mendapat telepon dari Sakine, yang berkata kalau ia sedang menginap di rumah Nuran setelah rumahnya kebakaran. Nuran terkejut dan langsung menutup telepon meskipun berjanji akan ke rumah lamanya. Nuran sendiri heran kenapa dia tidak bertanya kenapa kebakaran bisa terjadi.

Bahar pun memutuskan untuk pergi terlebih dahulu, dan Nuran serta Ilyas yang tinggal berdua langsung membahas bagaimana caranya Ates bertanggung jawab atas Efsun. Ilyas menyanggupi dirinyalah yang harus berbicara kepada Ates, sebagai sesama lelaki.

Sebelum berangkat, Nuran melihat Efsun yang berjalan dengan angkuh keluar pagar tanpa mampir. Efsun berkata kalau ia hendak bertemu ibunya. Nuran memaki Efsun dan berkata kalau mereka harus bicara bertiga. Efsun mengutarakan kekesalannya karena kini Nuran lebih peduli dengan Bahar yang urung menikah, sedangkan Efsun mengaku sudah dibohongi oleh Ates. Nuran naik pitam dan mengatakan kalau Efsun makin tidak bermoral saja. Efsun berlalu.

Bahar menaiki bis dan Ates mengikutinya

Bahar menaiki bis dan Ates mengikutinya. Bahar tidak mau bicara sama sekali dengan Ates meski Ates ikut turun dari bis saat Bahar sudah sampai di tujuan.

Ates ingin Bahar mendengarkannya sekali saja dan Bahar boleh memukulinya setelah itu. Bahar benar-benar tidak mau. Bahar pun sampai di rumah lamanya dan menerima ucapan selamat dari Cecil dan Sakine.

Ates ingin Bahar mendengarkannya sekali saja

Bahar makin sedih dan sedikit kesal saat tahu kalau Cecil yang mengabarkan pernikahan rahasia ini kepada Efsun. Cecil yang lugu, berusaha menjelaskan duduk perkaranya tetapi Bahar sudah tidak mau peduli. Bahar berangkat ke kampus, saat Nuran sudah datang untuk melihat kondisi rumah Sakine. Nuran berinisiatif meminjamkan gelang-gelang emas tersebut supaya Sakine bisa membangun rumah lagi, dan Sakine bisa mengembalikannya kapanpun. Sakine terharu dan Nuran kali ini benar-benar tulus.

Bahar yang sedang mendaftarkan diri untuk beberapa mata kuliah bertemu dengan teman lamanya, Onnur. Onnur dan Bahar berbincang sejenak, dimana Onnur sekarang sudah menjadi dosen karena tidak putus kuliah seperti Bahar. Onnur bertanya kabar Efsun dan penasaran apakah Efsun masih jahat seperti dulu. Onnur mengingat saat Efsun membuang tas Bahar karena nilai matematika Efsun jauh di bawah Bahar. Onnur juga penasaran mengapa Bahar murung dan menebak bahwa kontribusi Efsun akan kesengsaraan Bahar sangatlah besar. Bahar memilih bungkam dan berpamitan karena ia tidak ingin lagi mengingat hal itu.

Di sebuah pantai, Efsun dan Hasret bercakap-cakap. Efsun bercerita kalau dirinya diperlakukan seperti anak tiri dan disia-siakan selama bersama Nuran dan Ilyas. Hanya Bahar yang mendapat perlakuan istimewa. Hasret sedikit heran dan bercerita kalau ia ingin anak kandungnya dinamai Bahar. Efsun berkata kalau orang tuanya sengaja menukar nama itu, dan Hasret menghibur Efsun kalau mulai saat ini dia akan selalu melindungi Efsun.

Saat di restoran, Efsun mulai terlihat kampungan saat memaki pelayan yang mencampurkan daun sup di makanannya. Hasret terkejut melihat ulah Efsun dan bertanya apakah Efsun bisa sakit kalau makan daun sup. Efsun bilang kalau ia tidak suka saja, dan ia tidak suka kalau keinginannya tidak dipenuhi. Hasret berbagi cerita kalau dia tidak suka buah persik, dan Efsun juga kelepasan berbicara kalau Bahar juga mengalami hal yang sama. Hasret hendak menanggapi namun ia mendapat telepon dari Fulya yang ingin bicara dengannya. Efsun pura-pura tanya siapa yang menelepon padahal memang dia menyuruh Fulya menelepon Hasret, karena Efsun selalu ingin ada perselisihan antar setiap orang dalam kehidupannya.

Efsun berlalu dan Fulya datang

Efsun berlalu dan Fulya datang. Fulya meminta Hasret tak ganggu kehidupan perkawinannya dengan Mehmet yang sudah berlangsung dua dekade. Hasret kesal dan meminta Fulya untuk tidak khawatir karena ia hanya ingin bertemu dengan anaknya saja. Fulya memaksa Hasret berjanji dan Hasret makin kesal, serta balik mengancam karena 20 tahun lalu Hasret minta bertemu Mehmet tetapi Edibe dan Fulya yang waktu itu ada disana, justru mengusir Hasret dan berkata kepada Mehmet kalau Hasret meninggal.

Efsun memasuki halaman dan Nuran meneriakinya lagi. Kali ini, Efsun masuk dan mendengar pembicaraan soal Ilyas yang akan minta pertanggungjawaban dari Ates untuk menikahi Efsun. Efsun tidak mau, karena ia yakin Ates juga tidak mau menikahinya, dan akan menceritakan kronologis terjadinya malam yang tidak diinginkan oleh Ates itu. Efsun justru memaki kedua orang tua kandungnya supaya mereka tidak ikut campur soal pribadinya.

Nuran mengamuk dan berkata kalau Efsun sudah mengabaikan didikan moral yang sudah diterapkan ibunya sejak kecil. Efsun berkata bahwa Ilyas dan Nuran tak perlu repot memikirkan kehormatan Efsun. Tak biasanya, Ilyas membanting gelas dan piring di depannya dan ini sangat mengejutkan Nuran dan Efsun. Ilyas berkata bahwa sebagai ayah kandung, tak sepatutnya ia abai dengan hal sebesar ini. Efsun malah memaki Ilyas pikun karena ayah Efsun adalah Mehmet. Nuran sakit hati mendengarnya.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 41 yang tayang hari Rabu kemarin. Nantikan update sinopsis episode berikutnya (episode 42) yang akan tayang malam ini. Jika anda ingin melihat episode sebelumnya, silahkan baca: sinopsis Efsun dan Bahar episode 40 (lihat daftar lengkapnya hingga episode terakhir).

Last edited 26 February 2016


loading...

0 Comments