• Today is: Monday, 22 January 2018

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 40 - Selasa, 23 Februari 2016 "Bahar dan Ates Batal Menikah Karena Fitnah Efsun, Mehmet Emir Kaget Hasret Datang Ke Rumahnya"

0
prasraharjo posted this 24 February 2016 on 24-02-2016 01:55

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 40 (Selasa, 23 Februari 2016)

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 40

Di kediaman Attahan, kedatangan Hasret, ibu kandung Bahar, mengejutkan seisi rumah. Mehmet Emir sampai terjatuh karena kakinya merasa lemas saat menuruni tangga. Hasret berkata ia hanya ingin menemui anaknya saja, bukan hendak melakukan hal lainnya. Mehmet justru bertanya kenapa semua orang berkata kalau Hasret meninggal.

Hasret sendiri berkata kalau ia tidak meninggal dan ia sempat mendatangi Edibe saat ia sedang hamil. Tetapi, Edibe mengusirnya dan ia pun berupaya bunuh diri. Saat Hasret baru melahirkan, bayi itu langsung dibawa lari oleh Yusuf. Maka, kemarahan Mehmet tak dapat dibendung. Ia menghampiri ibunya dan berteriak kesal karena ada kebohongan besar lain yang sudah disembunyikan ibunya. Hasret berusaha melerai dan mengatakan hal ini sudah tidak penting lagi. Yang terpenting, ia hanya ingin melihat anaknya.

Hasret sendiri tidak sabar dan memaksa Mehmet untuk segera menyuruh Efsun pulang

Lihat sinopsis lengkap Efsun dan Bahar hingga episode terakhir.

Hasret dan Hulya bercakap-cakap dan Hulya bercerita kalau namanya Efsun. Hasret heran karena nama itu bukanlah nama yang ia minta. Tapi ia tidak melanjutkan topik tentang keinginannya untuk memberi nama Bahar kepada anaknya. Hasret sendiri tidak sabar dan memaksa Mehmet untuk segera menyuruh Efsun pulang. Mehmet berusaha menghubungi Efsun tetapi gagal. Mehmet hanya menyuruh Hasret melihat-lihat kamar Efsun, diantara oleh Beyza. Beyza sendiri menatap Hasret dengan penuh arti karena ia tahu kalau Hasret segera bertemu dengan seseorang yang sudah menipunya.

Sementara itu, di rumah Ates, ia turun dengan wajah sangat bahagia, melihat Bahar sudah siap dengan gaun pengantinnya. Mereka berdua berangkat bersama Semra, sedangkan Sureya juga sudah menanti mereka di catatan sipil. Mereka tidak tahu bahwa Efsun akan segera melakukan hal yang akan mengubah nasib mereka berdua.

Seperti yang sudah dikhawatirkan oleh pemirsa, Efsun memang sukses menggagalkan pernikahan Bahar. Sebelum keduanya menandatangani akta nikah, Efsun masuk ruangan dan memaki Ates yang memanfaatkan dirinya.

Sebelum keduanya menandatangani akta nikah

Efsun berkata kalau ia dan Ates sudah berhubungan intim beberapa hari yang lalu. Bahar mengamuk dan meninggalkan catatan sipil dimana di luar kantor tersebut, ia bertemu dengan Nuran dan Ilyas yang ikutan memaki dan menampar Ates.

Bahar mengamuk dan meninggalkan catatan sipil

Efsun dan Bahar digandeng oleh Nuran dan mereka berempat pun pulang dengan menggunakan angkot, diiringi dengan tatapan heran para penumpang yang melihat seorang pengantin naik angkot. Efsun memarahi Bahar dan berkata kalau ia ingin melindungi adiknya dari pria macam Ates. Bahar bilang Efsun bukan kakaknya. Ilyas menengahi dan berusah mendamaikan keduanya, karena saat ini keduanya sama-sama patah hati. Sedangkan Nuran justru memaki Efsun yang tidak malu, tetapi malah nyerocos tak keruan.

Belum usai emosi bercampur baur di antara mereka, mereka dikejutkan dengan kedatangan Hasret yang terharu saat melihat Efsun. Efsun pun memeluk Hasret tanpa ekspresi, diiringi tatapan Bahar yang tak tahu harus berpikir apa. Tak sedikitpun Hasret melihat Bahar.

Bahar pun digandeng Nuran menuju ke rumahnya. Sedangkan Efsun diajak ke rumah Attahan. Sesampainya di rumah Attahan, Hasret mengungkapkan keinginannya untuk mengajak Efsun tinggal bersamanya. Efsun tak suka mendengar hal ini karena ia harus meninggalkan kemewahan yang sudah ia nikmati. Hasret berjanji akan membawa Efsun keesokan harinya.

Efsun pun memeluk Hasret tanpa ekspresi

Di rumah Hasret, di suatu wilayah dengan rumah-rumah sederhana, Hasret bercerita kepada bibinya kalau ia sedih karena tidak dapat memberi kemewahan kepada putrinya. Si bibi menghibur dengan berkata kalau warisan dari Yusuf saja akan mengalahkan aset keluarga Attahan. Hasret berujar kalau bukanlah hal ini yang ia inginkan.

Efsun bingung dan meminta Nuran untuk melakukan sesuatu. Keesokan harinya, ia mencegah Hasret yang sudah datang dengan taksi dan ingin membawa Efsun. Hasret tak suka berdebat dan ia menyeret saja koper Efsun ke dalam taksi dan menarik tangan Efsun. Nuran benar-benar sedih, dan Mehmet juga tidak tahu apa yang ia rasakan. Fulya makin gelisah meskipun Hasret tak memperlihatkan rasa ingin memiliki Mehmet lagi

Di kediaman Gulezer, Sakine merasakan kegelisahan. Ia mengucapkan ayat-ayat Alquran dan menangisi Yusuf yang tidak dikuburkan dengan layak. Bahkan Sakine menyesal karena ia juga ikut menanggung dosa akibat sudah ikut menyembunyikan fakta kalau Bahar adalah anak kandung Mehmet. Sakine berjanji dirinya akan ke kantor polisi dan mengatakan yang sebenarnya supaya Bahar mendapatkan haknya. Ternyata Nuran datang dan hendak menghabisinya. Sakine terbangun dan menangis antara lega karena itu mimpi, dan sedih karena ia ikut-ikutan menyembunyikan kebohongan.

Bahar pun memutuskan untuk segera move on dengan mundur dari pekerjaannya, dan mulai bersekolah lagi menggunakan beasiswa yang didapatnya. Ia pun akan menjalani kehidupan, dengan bertemu seseorang yang mendekatinya serta ingin memenangkan hatinya dengan tulus.

Demikianlah sinopsis Efsun dan Bahar episode 40 yang tayang pada hari selasa kemarin. Nantikan update sinopsis episode berikutnya (episode 41). Lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 39) jika anda kelewatan untuk menontonnya secara langsung.

Last edited 25 February 2016


loading...

0 Comments