• Today is: Saturday, 21 July 2018

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 39 - Senin, 22 Februari 2016 "Pernikahan Bahar Dan Ates Hendak Digagalkan Efsun, Sakine Mulai Curiga Yusuf dimakamkan di Rumah Nuran"

0
prasraharjo posted this 23 February 2016 on 23-02-2016 09:27

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 39 (Senin, 22 Februari 2016)

Episode ke 39 ini dibuka dengan adegan dimana Nuran dan Efsun sedang mengunjungi Edibe. Nuran menghibur Edibe dan menyuruhnya tabah dan berdoa semoga lekas sembuh. Sedangkan Efsun, justru berkata sebaliknya. Efsun berkata kepada Nuran bahwa Edibe memang sudah sepantasnya menderita karena perbuatan jahatnya yang melenyapkan dua orang yang harus merelakan anaknya menjadi seorang yatim piatu.

Edibe tak dapat berkata-kata karena lumpuh, tetapi sorot matanya menahan kemarahan. Nuran berusaha menghentikan ucapan Efsun dan meminta maaf kepada Edibe. Tetapi, Efsun terus nyerocos dan berkata kalau lumpuhnya Edibe juga karena sikap kasarnya kepada Efsun sejak kedatangan Efsun di kediaman Attahan. Mendengar Efsun yang makin melantur, Nuran pun kesal dan menyeret Efsun ke kamarnya. Di kamar, Efsun masih saja berkata kalau ia tidak terima jika Bahar menikah dengan Ates. Nuran mulai bosan dan meminta Efsun untuk tidak lagi mengganggu Bahar.

Bahar dan Ilyas menatap gaun pengantin yang siap dikenakan Bahar

Mereka berdua pun menuju ke pondok untuk makan malam. Sebelum sampai, Bahar dan Ilyas menatap gaun pengantin yang siap dikenakan Bahar. Ilyas mempertanyakan noda di baju tersebut dan hal ini tidak dipermasalahkan Bahar, yang mantap menikah keesokan harinya. Hal ini tentu mengejutkan Ilyas yang tidak bisa datang karena Bahar hanya ingin Ilyas saja yang datang, tanpa Nuran. Ilyas berkata kalau ia hanya akan memberikan restunya saja.

Saat Nuran dan Efsun datang, Bahar diminta menyiapkan makan malam. Bahar berkata kalau ia tidak bisa terlalu lama di rumah karena akan makan malam dengan Ates. Nuran marah-marah karena Bahar akan pergi lagi dengan Ates meski pagi tadi sudah bertemu. Efsun bersikap sok baik dengan meminta Nuran mengijinkan Bahar dengan harapan sang ibu akan menyuruhnya untuk ikut serta dengan alasan menjaga Bahar.

Ates yang datang dengan senyum, melihat Efsun yang menghampiri mobilnya dengan wajah datar. Ia heran mengapa Bahar ajak Efsun meski alasan yang dikemukakan Bahar tak dapat membuatnya berkata tidak. Tetap saja, Efsun langsung duduk di kursi belakang, menyaksikan kemesraan mereka berdua.

Efsun langsung duduk di kursi belakang

Di restoran, hanya Efsun yang banyak bicara meski melantur. Bahar tidak tahan dan merasa berisik. Saat makan selesai, Bahar ke toilet. Efsun pun bertanya kepada Ates apakah ia akan pindah atau tetap disitu dengan menggunakan ranjang tempat mereka sempat menghabiskan malam berdua. Ates langsung membentak Efsun, dan memintanya untuk tidak mengharapkannya mencintai Efsun karena upaya ini bakal sia-sia.

Sakine dan Cecil mendapat tumpangan di rumah Nuran yang sedang ditempati oleh Gulezer. Cecil, yang menaiki taksi untuk melabrak Hulya, mendapat telepon dari Asim dan menceritakan semua yang sudah terjadi. Asim pun naik pitam dan berencana untuk mendatangi rumah keluarga Attahan. Cecil melabrak Hulya yang langsung memancing kemarahan semua anggota keluarga Attahan, termasuk Mehmet Emir. Ia tidak menyangka kalau Hulya bisa nekad seperti itu karena ia bakal berurusan panjang dengan pihak yang berwenang.

Tak lama kemudian Asim datang dan menyerahkan cincin kawinnya kepada Hulya. Tentu, ini merupakan indikasi bahwa ia meminta cerai. Anak-anak Hulya pun kecewa dan tidak tahu saat ini harus kecewa kepada ayah atau ibunya.

Di kediaman Gulezer, Sakine dan Gulezer berbagi cerita. Gulezer bercerita soal Hasret dan kebaikan hatinya yang mungkin diwariskan kepada anaknya. Sakine berkata, kalau yang hatinya baik itu Bahar, bukan Efsun. Gulezer lanjut, dengan bercerita kalau sebenarnya Hasret ingin nama Bahar untuk anaknya, tetapi Nuran malah memberi nama itu kepada anak tiri mereka.

Gulezer makin jauh bercerita kalau ia sempat mengira jika Bahar adalah anak kandung Hasret kerena mereka berdua sangat mirip. Gulezer mengakhiri cerita dengan mengutarakan keinginannya untuk mencari tahu, mengapa Yusuf tak pernah keluar dari rumah Nuran, meski banyak orang yang melihatnya masuk ke rumah itu.

Sakine memikirkan hal ini dalam-dalam, sembari merangkai keterkaitan cerita-cerita dan pengalaman yang sudah ia alami sejak bertemu Yusuf. Ia pun sampai pada kesimpulan bahwa Yusuf adalah kakek Bahar, dan Bahar lah yang berhak atas kekayaan Mehmet Emir. Sakine pun yakin kalau Yusuf dikuburkan di halaman rumah itu karena ia sering sekali melihat Ilyas merawat 'kuburan' itu dengan sangat hati-hati.

Sakine pun yakin kalau Yusuf dikuburkan di halaman rumah itu

DI hari pernikahan Bahar, kejutan tak menyenangkan akan membuat hidup Bahar berubah drastis. Efsun datang ke rumah pondok pagi-pagi sekali dan bertanya kemana Bahar dan baju pengantinnya. Ilyas tidak mau menjawab dan Nuran mengaku tidak tahu. Emosi Efsun meledak saat ia mendengar kabar dari Cecil yang berkata kalau Sureya tidak akan buka kafe sampai ia selesai menjadi saksi pernikahan Bahar.

Efsun mengamuk dan membangkitkan emosi Nuran yang meminta Efsun mengikhlaskan Ates dan Bahar untuk menikah. Tak tahan dengan hal ini, Efsun bercerita soal aibnya dengan Ates. Tamparan Nuran yang ia dapatkan meski hal ini tak menghentikannya untuk menuju ke catatan sipil, lokasi pernikahan.

Demikianlah sinopsis serial Efsun dan Bahar episode 39. Nantikan sinopsis episode berikutnya malam ini (episode 40) dan jika anda melewatkan sinopsis episode sebelumnya (episode 38), anda bisa mendapatkan daftar lengkap sinopsis per episodenya di sini.

Last edited 24 February 2016


loading...

0 Comments