• Today is: Saturday, 21 July 2018

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 27 - Rabu, 10 Februari 2016 "Nuran Menolak Lamaran Ates, Bahar Kabur Dari Rumah"

0
prasraharjo posted this 11 February 2016 on 11-02-2016 04:00

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 27

Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 27

Tayang Hari Rabu, 10 Februari 2016 pukul 21.00-22.30 WIB di ANTV.

Sesampainya, Ates dan bibi ke pondok rumah Attahan, mereka disambut keterkejutan oleh Nuran dan Ilyas. Namun, keseriusan Ates ini tidak membuat Nuran luluh. Ia malah menunjukkan sikap sinis pada kedua tamunya. Bahar ikut menemui tamu dan membawa masuk kue yang dibawakan oleh bibi Ates. Bibi Ates pun mengutarakan keinginannya untuk meminang Bahar.

Di luar dugaan, Nuran menolak lamaran ini, diiringi kekesalan semua pihak, terutama Bahar. Ia makin sakit hati diperlakukan seperti anak kecil. Ates dan bibi pun berinisiatif untuk pulang karena Ilyas berkata kalau mereka harus berpikir dulu. Nuran tak henti-henti mengomel. Ia berkata kepada Ilyas kalau Efsun sangat mencintai Ates dan tidak mungkin ia menerima lamaran tersebut.

Tanpa sengaja, Bahar mendengarnya dan naik pitam. Bahar nekad mengambil jaketnya dan mengejar mobil Ates. Nuran berteriak dan mengejarnya. Beruntung, Ates mendengar suara Bahar dan menghentikan mobilnya. Sekali lagi, Nuran mengancam Bahar bahwa jika ia nekad pergi, maka ia tidak boleh kembali. Tak ada lagi yang perlu dipikirkan oleh Bahar, selain ikut dengan calon suaminya itu.

Bahar nekad mengambil jaketnya dan mengejar mobil Ates

Efsun, yang juga ikut ke halaman depan, menangis. Nuran dan Ilyas tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain melangkah gontai memasuki rumah. Sedangkan di rumah keluarga besar Attahan, Mehmet bertanya kemana Efsun pergi. Beyza mengatakan kronologisnya. Ibu Mehmet menegur Beyza untuk tidak banyak bicara. Mehmet masih heran dan bertanya apakah ada hal yang belum ia ketahui.

Ibunya pun menceritakan ulah kampungan Efsun yang berteriak kepada Ates bahwa ia mencintai Ates. Hal ini dilakukan di dalam rumah Attahan, dengan berteriak-teriak. Fulya mengangguk. Mehmet pun terlihat tak suka dengan hal ini. Tak lama, Efsun masuk. Mehmet pun menegur Efsun, dan Efsun bercerita kalau Bahar memang suka melarikan diri dengan banyak pria. Mehmet hanya berkata kalau Efsun tak perlu ikut campur urusan orang lain.

Mendengar hal ini, Hulya sangat gembira dan mengolok Efsun dan bilang kalau inilah sifat asli Efsun. Bukan Efsun namanya, kalau balik memaki dengan cara primitif.

Ia balik menyerang Hullya dengan berkata kalau ia perlu lebih memerhatikan suaminya yang sedang jatuh cinta dengan ABG. Fulya pun menegur Efsun dengan lembut, tetapi Efsun juga menyerang Fulya dengan berkata kalau ia sudah bersikap sok malaikat dan tak perlu sok bijaksana karena ia juga tidak bisa punya anak.

Mehmet naik pitam melihat ulah anak barunya ini

Mehmet naik pitam melihat ulah anak barunya ini. Ia memaksa Efsun meminta maaf kepada Hulya dan juga Fulya. Tentu, tidak mungkin Efsun melakukannya. Ia menyuruh Efsun segera masuk ke kamarnya. Mehmet mengutarakan perasaannya kepada Fulya dan berkata bahwa ia tidak tahu harus berbuat apa kepada Efsun.

Tetapi akhirnya, Mehmet menegur Efsun yang suka sekali membuat orang lain sakit hati, dan Mehmet heran mengapa Efsun tak menyesal sedikitpun. Efsun justru mengacau dengan berkata kalau Mehmet tidak mencintainya, dan dulu tidak pernah berusaha menelepon Hasret. Tentu saja Mehmet bingung, karena saat itu Hasret dikabarkan meninggal setelah melahirkan. Tapi, Mehmet hanya berkata kalau sekali lagi Efsun berbuat seperti itu, ia harus keluar dari rumah Attahan.

Di malam itu pula, Hulya kecewa. Tapi, ia berusaha menelepon Asim dan memintanya untuk pulang demi anak-anak. Asim, yang sedang di mobil bersama Cecil, menolak. Cecil pun sedih karena ia benar-benar sudah merusak rumah tangga orang, meski Asim berkata kalau rumah tangganya sudah berantakan sebelum bertemu Cecil.

Asim sedang di mobil bersama Cecil

Sementara itu, Bahar masih terlihat sedih dan khawatir kalau ayahnya tak akan mau bicara kepadanya. Bibi dan Ates menghiburnya. Ates meminta sang bibi untuk menemani mereka.

Pagi harinya, Bahar masih merenung dan melihat pemandangan dari lobi rumah mewah Ates. Ates tersenyum senang karena ini adalah pertama kalinya ia bangun dan melihat Bahar. Bahar dan Ates pun berbincang sedikit soal hubungan mereka berdua, dan mereka sepakat untuk sarapan.

Di saat yang sama, Nuran bangun dan berteriak kepada Bahar untuk minta teh. Ilyas, yang tidak tidur semalaman, juga berkata kalau ia juga memikirkan Bahar semalaman. Nuran, merasa gengsi, berkata kalau ia membiarkan saja Bahar pergi karena ia bukan anak kandungnya. Tapi, Ilyas berkata mengapa Nuran bertanya terus soal Bahar dan menangis saat membicarakannya. Nuran hanya berkata kalau ia belum biasa saja kalau Bahar tak ada di rumah, karena mereka tak pernah berpisah selama 20 tahun.

Demikianlah rangkuman sinopsis serial Efsun dan Bahar untuk episode 27 yang tayang kemarin malam. Nantikan update sinopsis episode selanjutnya (episode 28) atau lihat juga sinopsis episode sebelumnya (episode 26) jika anda kelewatan untuk menontonnya secara langsung.

Last edited 13 February 2016


loading...

0 Comments