• Today is: Thursday, 15 November 2018

Heboh Ajang Miss Indonesia, Wakil Aceh Tapi Kok Tak Pernah Tinggal di Aceh?

0
venisusanti posted this 02 March 2016 on 02-03-2016 02:07

flavia celly jatmiko

Perhelatan lomba kecantikan se-Indonesia, Miss Indonesia diwarnai kecaman dari para masyarakat asli Aceh. Hal ini bukan tanpa alasan, Flavia Celly Jatmiko sebagai wakil Aceh di ajang Miss Indonesia itu dianggap tidak layak menyandang gelar perwakilan Aceh karena setelah ditelusuri tidak pernah tinggal atau berdomisili di Aceh.

Seperti diketahui, ajang Miss Indonesia merupakan salah satu ajang bergengsi yang melahirkan bakat-bakat baru di industri hiburan tanah air dengan wajah yang muda dan cantik penuh talenta. Tidak hanya cantik dan pintar, biasanya para wanita jebolan Miss Indonesia juga mampu menunjukkan bakat pada industri hiburan, entah itu menyanyi, akting, presenter dan sebagainya.

Lebih lanjut lagi, ketika ajang Miss Indonesia 2016 sedang berlangsung, salah satu masyarakat Aceh yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyayangkan dan sempat mengecam Flavia Celly Jatmiko sebagai wakil Aceh. Ia menuding Flavia Celly Jatmiko hanya numpang daerah saja agar bisa melenggang dengan selempang bertuliskan nama daerah asli Cut Nyak Dien itu. Pada kenyataannya, Flavia Celly Jatmiko sendiri tidak pernah tinggal atau berdomisili di Negeri Serambi Mekah, akan tetapi ia lahir dan besar di kota Pahlawan, Surabaya.

"Kami mengecam tindakan seorang peserta Miss Indonesia 2016 atas nama Flavia Celly Jatmiko yang dengan beraninya mengklaim mewakili Aceh," kata Farid Nyak Umar ketika diwawancarai oleh Antara.

Setelah ditelusuri pada laman official Miss Indonesia, memang benar jika Flavia Celly Jatmiko lahir di Surabaya, pada 10 Agustus 1994. Bahkan, ia juga menjadi salah satu mahasiswi di kota Arek Suroboyo. Tidak heran apabila lantas banyak orang yang mempertanyakan statusnya yang mewakili provinsi Aceh Darussalam. Lantaran, tidak ada nama Aceh yang tercantum di KTP-nya.

Wajar apabila jika kemudian warga masyarakat Serambi Mekah sendiri merasa terluka karena diwakili oleh orang luar daerah.

Seperti yang diketahui oleh kalangan luas, Aceh sangat erat memegang norma agama dan hukum syariat Islam. Seluruh wanita di Aceh diwajibkan memakai jilbab. Bahkan, ada peraturan dan razia khusus yang menertibkan peraturan ini. Sementara, Flavia Celly Jatmiko sendiri seorang gadis cantik yang tidak berjilbab. Maka, warga Aceh sendiri merasa aneh dan geram dengan seorang yang mengaku perwakilan dari Aceh namun berpakaian terbuka.

"Terhadap perempuan Aceh asli saja kami tidak sepakat untuk mengikuti kontes kecantikan tersebut. Apalagi terhadap orang yang notabene berada di luar Aceh lalu mengatasnamakan Aceh," tegas Farid berapi-api.

Tahun ini sebagai salah satu putra daerah Negeri Aceh Darussalam, ia merasa kecolongan. Akan tetapi, di kemudian hari, ia menyarankan pemerintah Aceh agar lebih teliti dan secara tegas menindak seseorang yang mencatut nama Aceh digunakan di ajang-ajang yang ditonton oleh publik.

"Kami berharap di tahun mendatang, Pemerintah dapat melakukan upaya preventif, sehingga tidak ada orang yang secara sepihak mengklaim mewakili Aceh di ajang tersebut," pungkas Farid Nyak Umar.

Last edited 03 March 2016


loading...

0 Comments