• Today is: Sunday, 25 February 2018

Akhirnya "Halilintar" Urung Menggelegar

0
nurlisa posted this 13 March 2016 on 13-03-2016 04:55

Akhirnya "Halilintar" Urung Menggelegar

Rating tak capai target, 'ditilang' KPI pula. Hal ini mungkin menggugah produser sinetron "Halilintar" untuk tak memperpanjang drama yang ditayangkan pada pukul 17.30 di SCTV ini. Pada jam-jam tersebut, tampaknya para remaja belum sempat menonton televisi karena mungkin orang tua mereka sedang menonton "Uttaran" yang tetap bertahan di posisi kedua rating di jam tayang yang sama.

Saat "Uttaran" usai, para pemirsa pun lebih memilih untuk menonton "Anak Jalanan". Sejak ditayangkan, "Halilintar" belum sekalipun menembus 20 besar rating acara televisi. Bahkan setelah mendapat hujan kritik dari para pemirsa yang juga pengguna aktif medsos, "Halilintar" juga diperingatkan KPI karena tidak memerhatikan unsur tayangan yang dapat merusak moral remaja, sesuai dengan target pemirsa.

Memang, inti cerita dari "Halilintar" adalah balap mobil yang terinspirasi dari film Hollywood terkenal "Fast and Furious". Tetapi, khusus tayangan pada 17 Februari 2016 lalu, ada adegan yang menunjukkan beberapa anggota geng mobil yang melakukan balapan di jalan raya.

Tidak ada tweet terbaru dari akun resmi Twitter @ofchalilintar, dimana tweet terakhir hanya dari admin akun resmi tersebut. Tapi, justru banyak komen yang muncul dari akun-akun Twitter lain seperti @EzaGLovers_MM dll.

Beberapa dari komen itu menyatakan puas dengan akhir yang menyenangkan dengan bersatunya peran tokoh Dion dan Alexis, meski sedikit dari antara mereka yang 'sedih' karena tak lagi dapat menyaksikan Eza Gionino di drama ini. Rupanya, Eza Gionino yang menjadi pemeran utama dalam "Halilintar" tak dapat serta merta mendongkrak popularitas drama ini. Bisa jadi, penggemar pria asal Malang ini memilih untuk menonton "Haji Belajar Ngaji", yang ditayangkan lebih malam.

Berarti, "Halilintar" adalah sinetron tersingkat yang pernah ditayangkan di SCTV, dimana sinetron ini hanya bertahan kurang lebih 1 bulan saja. Pertama kali, "Halilintar" ditayangkan pada 15 Februari 2015. Tidak seperti sinetron-sinetron lainnya yang dibuat hingga ratusan episode dan memakan waktu tayang hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Namun demikian, tidak ada sinetron pengganti dari "Halilintar" karena setelah "Elif", hadirlah "Haji Belajar Ngaji" (HBN) dengan durasi selama 120 menit, sejak 17.45 dan disusul dengan "Rahasia Cinta" (RC) pada 19.45 hingga 22.30.

Bisa jadi, SCTV ingin mendongkrak rating "Elif" -- yang masih kalah dengan sesama opera sabun impor, "Uttaran"--sekaligus HBN yang hingga kini belum dapat mengalahkan rating "Anak Jalanan" (AJ) meski sebelumnya HBN sempat diprediksi bakal menyedot perhatian pemirsa karena kisah kental komedi dan reliji yang berbeda dari sinetron-sinetron lainnya pada jam tayang yang sama.

Memang, masih cukup panjang perjuangan HBN dan RC untuk dapat menggeser AJ karena posisi drama yang ditayangkan di RCTI ini kokoh di peringkat pertama rating televisi nasional sejak awal drama ini ditayangkan pada 12 Oktober 2015. Bahkan, selisih TVR dan share dari AJ juga unggul dalam selisih yang cukup lumayan dengan tayangan impor di peringkat kedua, "Uttaran".

Last edited 14 March 2016


loading...

0 Comments